Journal Design & Art
Ai kawan atau lawan art preneur?
Jaman kini sudah berubah, mau tidak mau , terima atau tidak terima, sebagai bagian dari art preneur yang sudah 3 dekade di bidang art & design terspesialisasi Interior Design, kehadiran Tools design sesuai jamannya akan membedakan kualitas dan output yang berbeda pula. Sekitar tahun 1990 manakala saya masuk perguruan tinggi Seni dan Design , tools yang ada masih berupa peninggalan jaman Teknik dari dekade sebelumnya dengan khas sistem mesin manual yang masih membutuhkan skill dewa dari usernya. Contoh misalnya untuk membuat hasil rendering dari perspektif interior atau arsitektur , tools yang ada berupa Airbrush dan Kompresor , namun permasalahan belum selesai jika skill yang menggunakannya jauh dari kemampuan mengolah rasa. Begipula dengan menggambar denah dan tampak, meja gambar dengan berbagai type mesin gambar baik tracking maupun lengan berbandul , serta type meja magnetic ataupun biasa , semuanya terlihat serba mewah dan sangat membantu pada jamannya. Saya masih ingat betul ketika berkunjung ke teman ibunda almarhum dimana di ruang keluarganya trrpampang sebuah meja gambar dan mesin MUTOH yang sangat mewah pada saat itu ,terlihat sangat keren dan takjub. Tanpa disadari pandangan pertama itulah yang membekas sampai akhirnya saya pun mmenggunakannya namun dengan merk yang lebih murah satu tingkat , PlanMaster.
Kini , jaman sudah sangat berubah, bahkan hanya dengan sketsa manual , hanya dalam hitungan menit ,saya bisa mempersiapkan materi presentasi dalam sebuah video animasi walaupun tidak dalam detail dan kualitas akhir , namun kehadiran teknologi Ai yang mempercepat proses pembuatan materi presentasi design ke client hanya dalam hitungan menit untuk sebuah video animasi merupakan sebuah revolusi dalam dunia kreatif dan saya menikmatinya dibanding memusuhinya. Ai adalah tools design yang sangat membantu Designer .
Menilai Kapabilitas Profesi Seseorang
MENILAI KAPABILITAS PROFESI SESEORANG
Dalam banyak hal , kemampuan seseorang akan tampak terlihat nilainya apakah masih fresh graduated , junior atau senior ketika mengatasi masalah yang ada di sebuah project. Mau tahu bagaimana cara menilainya? Klik tulisan saya berikutnya ya.
Kemampuan menganalisa sebuah masalah
Dalam beberapa kasus , tingkat kemampuan seseorang akan tampak ketika menganalisa sebuah masalah. Bagaimana ketika seseorang menganalisa sebuah masalah dalam sebuah project. Skala kemampuannya terlihat apa metode yang dipakai dan bagaimana menyelesaikannya. Banyak hal yang mempengaruhi tingkat kemampuan seseorang. Sebuah masalah dapat dianalisa dengan tepat bisa dengan beberapa cara salahtunya adalah Pengalaman.
Dalam keseharian banyak kasus yang terjadi ketika pelaksanaan project baik dalam hal managerial maupun konstruksi , pengalaman adalah jawabannya. Semakin tinggi argo pengalaman dalam menghandle project maka semakin cepat dalam menganalisa sebab kasus kasus yang terjadi dalam sistem konstruksi maupun managerial selalu sama dan berulang hanya lokasi, waktu dan manusianya yang berbeda. Seperti halnya seorang dojter spesialis yang sudah usia dan dokter muda jujur saja saya kalau berobat lebih percaya kepada dokter spesialis yang sudah usia karena sudah tahu betul apa penyebab dan obatnya dari sekian puluh tahun pasti sudah mengobati pasien dalam jumlah sangat banyak. Terkadang seorang dokter ahli mengatasi penyakit pasiennya hanya dengan mengatakan satu dua hal saja sudah bisa menyembuhkan. Dalam dunia konstruksi juga sama, seorang pengalaman tahu betul penyakit dari sebuah tahapan konstruksi karena semuanya adalah pengulangan, yang berbeda hanyalah sentuhan sentuhan finishing dan tampilan. Jadi mestinya jika anda seorang kepala tim , yang dikelilingi anggota tim dengan usia pengalaman mumpuni maka sebenarnya adalah sebuah tim yang sangat berharga tinggal bagaimana memanage tim menjadi sebuah tim yang sukses melaksanakan sebuah project. Kesalahan yang sering terjadi adalah mengkebiri kapabilitas seorang tim sehingga tidak dapat mengeluarkan semua kemampuan dan pengalamannya. Jika hal ini terjadi , maka siapapun anggota tim yang ada mau sekelas sangat ahli dan bergelar peofesor pun tetap tidak akan berpengaruh dalam pelaksanaan project untuk selesai dengan cepat .
Peraturan Pintu Besi Tahan Api Gedung Perhotelan
Pemasangan dan penggunaan Pintu Besi Tahan Api (Fire Rated Steel Door) pada gedung perhotelan di Indonesia diatur secara ketat untuk menjamin keselamatan penghuni saat terjadi kebakaran. Pintu ini berfungsi sebagai kompartemen proteksi yang menahan api dan asap agar tidak menyebar ke area jalur evakuasi.
Berikut adalah acuan peraturan, standar, dan persyaratan teknis utama untuk pintu besi tahan api di gedung perhotelan:
1. Regulasi & Dasar Hukum di Indonesia
Regulasi utama yang mengatur sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa pada bangunan gedung meliputi:
UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
Permen PUPR No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
SNI 03-1736-2000 (Tata Cara Perencanaan Sistem Proteksi Pasif untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung).
SNI 03-1746-2000 (Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran).
Peraturan Daerah (Perda) setempat mengenai Proteksi Kebakaran Bangunan Gedung.
2. Tingkat Ketahanan Api (TKA / Fire Rating)
Lama ketahanan pintu terhadap api disesuaikan dengan lokasi pemasangan di dalam hotel:
Lokasi PemasanganMinimal Tingkat Ketahanan Api (TKA)Tangga Darurat / Tangga Kebakaran2 Jam (120 Menit)Ruang Panel, Genset, & Karet/Boiler2 Jam (120 Menit)Pintu Koridor Menuju Kamar Tidur1 - 1,5 Jam (60–90 Menit)Batas Kompartemen Antar-Area Publik1,5 - 2 Jam3. Persyaratan Teknis & Perangkat Keras (Hardware)
Pintu tahan api wajib dilengkapi dengan perangkat pendukung standar keselamatan:
Penyutup Pintu Otomatis (Door Closer):
Pintu harus selalu dalam keadaan tertutup (Self-Closing) atau dapat menutup otomatis secara elektronik saat alarm kebakaran aktif (Automatic-Closing).
Penutup Celah Asap (Intumescent Seal / Drop Seal):
Di bagian tepi dan bawah pintu harus dipasang seal yang akan mengembang saat terkena panas tinggi guna menahan asap dan gas beracun.
Gagang Pintu Darurat (Panic Hardware / Panic Bar):
Untuk pintu yang berada di jalur evakuasi utama, wajib menggunakan panic bar sehingga pintu dapat dibuka seketika hanya dengan mendorong batang pengunci dari dalam.
Arah Bukaan:
Pintu harus membuka ke arah jalur evakuasi (keluar).
Material:
Daun dan kusen pintu terbuat dari plat baja (galvannealed/galvanized steel) dengan isian bahan peredam panas (rockwool atau honeycomb insulation).
4. Sertifikasi & Pengujian
Agar diakui sah secara hukum dan layak fungsi:
Pintu besi tahan api harus memiliki Sertifikat Uji Laboratorium dari instansi resmi (seperti Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan / Lab Uji Dinas Damkar / Lembaga Sertifikasi Independen terakreditasi).
Memiliki pelat identifikasi (label/tagging) permanen dari pabrikan yang terpasang pada engsel atau sisi pintu, yang mencantumkan durasi ketahanan api.
Pintu menjadi salah satu poin krusial dalam pemeriksaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) gedung hotel.
Catatan Penting: Pintu besi tahan api tidak boleh diberi ganjal (door stopper baji) agar tetap terbuka saat operasional sehari-hari, karena akan menghilangkan fungsinya sebagai penghalang api dan asap ketika terjadi bencana kebakaran.
Mendudukan Porsi Ai Dalam Dunia Kreatifitas
Mendudukkan AI dalam dunia kreativitas paling tepat jika diposisikan sebagai katalisator dan mitra kerja (co-pilot), bukan pengganti peran kreator. AI unggul dalam kecepatan pemrosesan data dan eksplorasi ide, tetapi manusia tetap menjadi pemegang kendali atas emosi, konteks budaya, dan arah artistik.
Porsi AI dapat disesuaikan secara proporsional berdasarkan alur kerja kreatif:
Eksplorasi Ide (AI 30% | Manusia 70%): Gunakan AI untuk mendobrak writer's block, mencari variasi sudut pandang, atau memetakan opsi awal. Namun, pemilihan arah konsep dan keunikan gagasan harus murni lahir dari intuisi, nilai, dan pengalaman hidup Anda.
Eksekusi Teknis (AI 70% | Manusia 30%): Di tahap ini AI bisa mengambil porsi dominan. AI sangat efektif untuk mengotomatisasi tugas teknis yang repetitif, membuat draf kasar, atau menghasilkan prototipe visual dengan cepat sehingga energi Anda tidak habis pada hal-hal operasional.
Kurasi & Sentuhan Akhir (AI 10% | Manusia 90%): Luaran dari AI sering kali terasa generik jika tidak dipoles. Manusia berfungsi sebagai kurator utama yang menyuntikkan empati, rasa, kehangatan emosional, serta relevansi sosial pada karya tersebut.
Pergeseran terbesar dalam lanskap baru ini adalah nilai utama seorang kreator tidak lagi diukur sekadar dari kemampuannya melakukan eksekusi teknis, melainkan dari ketajaman visi, kedalaman narasi, dan rasa (taste). AI membantu Anda melompat dari titik 0 ke 60 dengan instan, tetapi kepekaan manusialah yang menyempurnakan karya tersebut hingga mencapai titik 100.
02.Agustus 2026.
