Blog
Jangan Pernah Menggantungkan Hidupmu Pada Manusia
Jumat 07.08.2026
Nasihat untuk diri sendiri, perjalanan hidup yang sudah dilewati sudah cukup panjang jika dihitung dengan berapa banyak matahari terbenam, perjalanan tentang kehidupan yang tidak mudah dijalani. Suka duka itu biasa dalam menapaki hidup, ada selalu tangisan adapula gelaktawa, itu hal biasa yang lumrah seperti halnya malam dan siang. Jika sedih janganlah berkepanjangan jika bahagia janganlah lupa daratan sebab semuanya memberikan ketidakbaikan bagi sang diri sendiri.
Nasihat untuk diri sendiri, begitupun sudah membiasakan dengan suka dan duka , ada baiknya untuk mulai sekarang mengambil sikap karena usiamu sudah tidak muda lagi, kepala Lima , orang bilang usia yang sudah sangat matang untuk seorang pria dewasa penuh dengan tanggung jawab untuk anak dan keluarga. Usia yang sudah bukan saatnya lagi hidup di bawah ketiak orang lain sebab kamu adalah lelaki yang di usiamu memiliki tingkat harga diri yang begitu tinggi. Manusia bukanlah pemberi rejekimu. Tuhan Lah yang memberimu jalan rejeki. Jika Allah Swt adalah Maha Pemberi Rejekimu , masih kah kamu meragukan Nya? Dimana letak Iman Mu ? Itupun jika kamu merasa memiliki Iman.
Salam nr ☕
Cara Sikapi Teman Kerja Beracun.
Ini postingan base on chate Gemini.
Menghadapi rekan kerja yang suka menyepelekan (*underestimating*) dan membicarakan dari belakang (*gossiping*) memang melelahkan. Lingkungan kerja yang beracun seperti ini bisa menguras energi jika tidak disikapi dengan strategi yang tepat.
Berikut adalah langkah-langkah strategis dan elegan untuk menghadapinya tanpa harus menurunkan level profesionalisme kamu:
1. Kendalikan Reaksi & Jangan Terpancing
Rekan kerja yang suka meremehkan biasanya mencari reaksi emosional
* **Tetap tenang dan dingin:** Tunjukkan bahwa komentar atau obrolan mereka tidak memengaruhi kepercayaan diri maupun kualitas kerjamu.
* **Gunakan *Poker Face*:** Merespons dengan santai atau hanya mengangguk tanpa memberi panggung akan membuat mereka bosan sendiri.
2. Praktikkan Ketegasan yang Elegan (*Assertive*)
Jika mereka menyepelekanmu secara langsung di depan orang lain, kamu bisa merespons dengan tenang namun menohok:
* **Minta klarifikasi:** Tanyakan secara langsung dengan nada datar, *"Maksudnya gimana ya?"* atau *"Ada bagian dari pekerjaan saya yang kurang sesuai dengan standar?"*
* **Ubah percakapan ke fakta:** Geser fokus dari asumsi mereka ke data atau bukti nyata hasil kerjamu.
> **Tips:** Menanyakan *"Kenapa bilang gitu?"* secara tenang sering kali membuat orang yang suka meremehkan mendadak serba salah untuk menjelaskan alasannya.
3. Dokumentasikan Hasil Kerja (*Leave a Paper Trail*)
Untuk mengantisipasi obrolan miring atau klaim bahwa kerjamu tidak bagus:
* **Rutin *follow-up* via email/chat:** Pastikan semua instruksi, pembagian tugas, dan penyelesaian pekerjaan tercatat secara tertulis.
* **Simpan bukti pencapaian:** Jika mereka mencoba menjatuhkan performamu di depan atasan, kamu sudah punya bukti kuat atas kontribusimu.
4. Batasi Interaksi Personal & Tetapkan Batasan (*Boundaries*)
Kamu tidak harus berteman dekat dengan semua orang di kantor.
* **Fokus pada pekerjaan:** Batasi komunikasi hanya seputar urusan profesional/pekerjaan.
* **Hindari berbagi hal personal:** Semakin sedikit mereka tahu tentang kehidupan pribadi atau keluh kesahmu, semakin sedikit bahan yang bisa mereka jadikan gosip.
5. Cari *Support System* yang Positif
Jangan biarkan satu atau dua orang merusak pengalaman kerjamu secara keseluruhan.
* Mampirlah atau bangun hubungan baik dengan rekan kerja lain yang lebih suportif dan objektif.
* Miliki lingkaran di luar kantor (keluarga/teman) untuk tempat curhat agar beban emosional tidak tertimbun di tempat kerja.
6. Eskalasi Jika Sudah Mengganggu Produktivitas
Jika perilaku ini sudah mengarah pada perundungan (*bullying*), pencemaran nama baik yang merugikan karier, atau mengganggu performa tim:
* Catat tanggal, kejadian, dan saksi.
* Diskusikan masalah ini secara objektif kepada atasan (*manager*) atau pihak HR dengan fokus pada dampak negatifnya terhadap pekerjaan tim, bukan sekadar emosi pribadi.
Apakah perilaku rekan kerja ini mulai memengaruhi tugas harian atau hubunganmu dengan atasan di kantor?
Adab Yang Hilang di Masjid / Mushola
Mohon maaf sebelum saya menuliskan tentang ini, bukan berarti saya lebih shaleh dari saudara saudara seiman, tetapi hanya memberi sedikit ilmu yang mungkin saya lebih dulu menerima dan mempraktekannnya.
Tidak ada kesalahan jika dilakukan dengan tanpa pengetahuan sebelumnya sebab di jaman Rasul pun semua yang dilakukan sahabat beliau jika ilmunya belum sampai maka bukan sebuah kesalahan dan dosa.
Banyak yang mengira atau menyepelekan adab di masjid atau mushola ketika akan rebahan. Mungkin dikira Islam tidak sampai mengatur hal demikian. Rasul sudah memberikan contoh dalam beberapa riwayat Hadist silahkan kalian browsing sendiri atau buka kitab al hadist, jaman kini sangat mudah mendapatkannya. Search saja Adab Itiqaf di Masjid. Untuk itiqaf saja ada adabnya apalagi diluar jam itiqaf malam. Kalaupun mau rebahan silahkan ikutin adab jika mau rebahan. Saya sampaikan saja sedikit ya ,yang mau full silahkan buka perawi hadist.
- Tidur kepala di arah qiblat. Yg terjadi kebanyakan kaki yang di arah qiblat.
- Jika mau menyamping ,tempatkan kepala di arah seperti orang meninggal
- Boleh terlentang atau miringkan badan ke arah kanan
- Jangan menghalangi space orang mau shalat
Tidak perlu ilmu yang tinggi tinggi terlebih dahulu, amalkan saja dulu adab di Masjid.
Semoga jadi amal yang baik. Amin.
20.07.2026
Doctor Fit Gym Kuningan
Setiap minggu sore kurang lebih jam 16.00, jika tak ada acara dan kepentingan apapun, rutinitas week end adalah menemanj istri ke Dapur MBG dan Sorenya Menemani istri senam di Doctor Fit Gym Kuningan. Sebuah tempat gym yang saya lihat merupakan satusatunya tempat gym dengan fasilitas modern di Kota Kuningan.
Lokasinya di jl. Pramuka Kuningan, sebuah jalan satu arah dimana setiap kendaraan yang mau dan pulang dari kota akan melewati jalan ini selain lewat jalan baru. Bertempat dua lantai, di bagian belakang ada tempat cuci kendaraan yang sudah lebih dahulu ada di sini, disertai sebuah salon yang tampaknya masih baru, agak tersembunyi. Tempat cuci mobil inipun lokasinya luas, memiliki hydrolic 3 unit dan harganya tidak terlalu mahal. Meskipun agak tertutup, tetapi memiliki langganan tersendiri yang sudah terbiasa mencuci kendaraan disini.
Tepat ketika saya menulis ini, di lantai dua Doctor Gym suara musik senam menghentak hentak dan saya asyik dengan tablet membuat tulisan setelah sebelumnya membuka Web pemda Kuningan mempelajari RUTR rencana umum tata ruang kota Kuningan. Membaca adalah hoby saya dan senam adalah hoby istri, apa salahnya saya menemani sambil membaca dan ngeblog. Nambah ilmu dan menjaga quality time bersama istri, yang hanya saya jumpai di week end saja seminggu sekali.
Bicara tentang Tata Ruang Kota Kuningan, sebenarnya saya gemes dengan Pemda Kota Kuningan, dalam menata kota. Bukan tanpa alasan saya merasakan kegemasan saya karena dibandingkan dengan kota di Jawa Barat lainnya, sejak tahun 1987 dimana saya sudah bisa menilai dan merasakan, perkembangan kota ini sangat lambat jika lihat kondisi di tahun 2026 ini.
Tidak mudah memang, apalagi kota saya dilahirkan memang bukan kota industri yang PAD nya tinggi. Kota ini hanya mengandalkan pariwisata dan air pegunungan serta pertanian yang bahkan sangat mengkhawatirkan kondisinya. Sebagai contoh, banyak sawah yang ditinggalkan oleh petani karena penggarap meninggal dunia dan anak keturunannya sudah pada migrasi ke kota mereka memilih menjadi pekerja pabrik atau pedagang di Jakarta.
Yang menggemaskan adalah perkembangan kota yang menurut pendapat saya mestinya bisa dipakai sebagai pusat niaga terpadu malah dibiarkan jadi pemukiman masyarakat yang semakin hari semakin padat. Sebagai contoh, kawasan di daerah jalan baru awirarangan yang terhubung ke kawasan pendidikan Uniku dan Rumah sakit, dulu masih ada kawasan pesawahan dan tanah yang luas cukup jika dijadikan kawasan niaga terpadu menjadi central ekonomi baru, jika saja saya menjadi Bapeda Kuningan
Arsitek Terhebat ada di Alam
Ternyata arsitek itu profesi tertua yang lahir dari alam secara naluriah. Tuhan yang telah menciptakan profesi Arsitek secara naluriah. Satu persatu mari kita lihat video di bawah ini.
Kebiasaan Baru Yang Sebenarnya Lama
Kebiasaan Baru Yang Sebenarnya Kebiasaan Lama. Nah bingung kan ya?
Beberapa hari kemarin saya membiasakan diri untuk pulang kerja dari kantor di kawasan Mega Kuningan tidak lebih dari jam 18. 30 , paling telat jam 19.00 . Ini memang di luar kebiasaan saya . Saya bisa ditemui di kantor bahkan jam 21.00 malam , pulang larut bahkan lebih dari jam 00.00 adalah kebiasaan yang sudah lama saya lakukan. Jika besok mau ada meeting penting dengan Bos Besar saya di Bandung , bahkan kadang tidak pulang kantor mempersiapkan semuanya beres dan siap untuk presentasi. Bukan tanpa alasan juga saya sering pulang larut malam, buat saya kantor adalah rumah kedua, bahkan ketika di rumah pun masih saja memikirkan pekerjaan. Tidak sehat sebenarnya ya karena manusia memerlukan keseimbangan dalam hidup. Rumah buat saya hanya untuk numpang tidur 2 - 3 jam lalu pergi lagi bekerja. Rutinitas yang sudah biasa terjadi di kota Megapolitan Jakarta. Di sela sela kesibukan bekerja itulah saya sebenarnya membiasakan diri untuk selama seminggu ambil 2 atau 3 malam itiqaf di masjid RNI. Itu kebiasaan yang saya lakukan sebelum sibuk dengan project Hotel yang sudah mulai dibangun saat ini. Tak heran saya begitu kenal akrab dengan Imam Masjid RNI , Ustadz Yudhi serta beberapa jemaah masjid yang memang selalu ada satu dua itiqaf menemani. Meskipun saya tinggal agak jauh dari masjid RNI , untuk shalat subuh pun , saya memilih untuk menjadi jamaah subuh di masjid ini.
Aktifitas saya di Megakuningan selama hampir 10 tahun ini tidak pernah lepas dari Masjid RNI. Masjid yang bersebelahan dengan Kedubes Qatar, pada jaman Dubes yang lama, sangat shaleh sekali, beliau sangat aktif shalat berjamaah subuh di masjid ini bahkan setiap jumat subuh selalu memberikan shadaqah kepada jamaah. Tidak heran ketika beliau purna tugas pulang ke negaranya, kami merasa kehilangan dan saat pidato perpisahan dengan jamaah setelah shalat subuh di hari terakhir beliau menjadi Dubes di Jakarta, beliau meneteskan air mata. Sebegitu kuatnya hubungan batin antara saudara seiman yang selalu bersama setiap hari berjamaah di masjid.
Beberapa hari kemarin , ustad Yudhi melihat status WA saya di jam 23.00, saya intip balik statusnya , masha Allah , sebuah video yang mengingatkan saya, menegur dengan cara halus, berdakwah dengan tanpa menggurui, luar biasa Ustadz Yudhi. Saya malu dan akhirnya bisa bangun pagi jam 04.05 , mandi dan lalu bergegas ke Masjid RNI melaksanakan Subuh Berjamaah yang sudah lama tidak saya lakukan.
Itulah kebiasaan baru saya yang sebenarnya kebiasaan lama. Mulai beberapa hari kemarin saya membiasakan diri mengubah jadwal pulang kantor, sesibuk apapun , maksimal jam 19.00 sudah harus pulang, dan tidur lebih awal, jam 21.00 sudah membiasakan diri mematikan lampu istirahat sampai terbangun jam 04.05 , kadang jika tidur lebih awal lagi jam 20.00 biasa terbangun jam23.00 menulis adalah hobby yang saya lakukan jika terbangun tengah malam sampai kantuk datang kembali. Mandi pagi, menghirup udara segar, pikiran jernih memandang hidup dengan mengawali hari subuh berjamaah di masjid RNI. Biasanya setelah shalat berjamaah subuh , saya dan Ustadz Yudhi selalu berdiskusi santai sambil ngopi di sebelah mikhrab masjid. Satu hal lagi yang membuat kami dekat adalah sama sama pernah menjadi Anggota Jemaah Tabligh. Beliau melihat kebiasaan saya yang itiqaf dengan akhlaq yang benar mengikuti tatacara itiqaf di masjid sesuai tuntunan Rasul, adalah ilmu yang biasanya dilakukan jamaah tabligh, setelah mengobrol ternyata kami sama sama pernah di jamaah tabligh.
Buat saya pribadi , tak penting dengan penilaian orang di kantor yang memandang saya mungkin jauh dari masjid hanya karena jarang terlihat shalat bersama mereka. Karena melaksanakan shalat bukan untuk dilihat sebagai manusia shaleh di depan teman teman. Tak penting. Jauh lebih penting adalah ketika di pagi hari menikmati saat yang indah menemui Allah dengan jiwa yang tenang di saat orang lain masih tertidur. Barakallaah.
Satu doa saya, semoga kelak diwafatkan dalam kebiasaan shalat subuh berjamaah dalam Khusnul Khatimah. Amin.
Jakarta. 18.07.2026
